Di alam Kahyangan, hiduplah seorang Dewi yang bernama Dewi Uma—istri Bhatara Guru Siwa. Wajahnya seperti bulan purnama yang menerangi kegelapan, rambutnya lurus mengkilap seperti sutra, dan setiap gerakannya memancarkan keanggunan yang mempesona. Semua makhluk memuliakan kecantikannya dan keharmonisan pernikahannya dengan Bhatara Guru.
Namun, kedamaian itu hancur ketika sebuah tuduhan menyebar. Bhatara Guru mulai mencurigai bahwa Dewi Uma telah melakukan kesalahan fatal, bahkan berselingkuh. Kemarahan yang tak terkendali melanda hatinya, dan dengan kata-kata yang menusuk hati, ia mengucapkan kutukan yang mengubah segalanya: "Hingga dosamu terhapus, engkau akan menjadi makhluk yang ditakuti, tinggal di tempat yang jauh dari keindahan surga!"
Dalam sekejap, keindahan Dewi Uma sirna lenyap. Wajahnya menjadi menyeramkan dengan taring tajam yang menonjol, rambutnya menjadi gimbal dan kusut seperti semak belukar, dan tubuhnya berubah menjadi raksasa yang dikenal sebagai Bhatari Durga. Dihantui oleh kutukan, ia terpaksa tinggal di kuburan—tempat yang selalu berbau mayat dan ditinggalkan oleh semua makhluk.
Meskipun berwujud mengerikan, kesaktiannya tidak pernah pudar. Seiring waktu, Bhatari Durga menjadi ratu bagi segala makhluk halus—jin, setan, dan genderewo—yang mengagungkan kekuatannya. Di dunia pewayangan, ketika perselisihan pecah antara Kurawa dan Pandawa, pihak Kurawa datang meminta bantuannya untuk mencelakai Pandawa. Meskipun tindakannya terlihat jahat, Bhatari Durga hanya menjalankan apa yang dipercayakan kepadanya sebagai bagian dari takdir yang telah ditentukan.
Namun, jalan menuju pembebasan telah disiapkan. Suatu hari, Sahadewa— adik bungsu dari Pandawa yang jujur dan penuh kasih—datang ke kuburan. Bhatari Durga muncul dengan wajahnya yang menakutkan dan memaksa Sahadewa untuk meruwatnya dari kutukan. Ketika Sahadewa mengaku tidak tahu cara melakukan ritual penyucian, Bhatari Durga mengancam akan membunuh pemuda itu.
Pada saat genting itu, Bhatara Guru yang telah menyesali tindakannya mendadak merasuki tubuh Sahadewa. Dengan kekuatan yang diberikan oleh Sang Hyang Tunggal, Sahadewa menjalankan ritual penyucian dengan penuh kesopanan dan keikhlasan. Seiring dengan setiap langkah ritual, bentuk menyeramkan Bhatari Durga perlahan menghilang, dan kembali muncul wajah cantik Dewi Uma yang dulu dikenal seluruh alam.
Kutukan akhirnya luntur. Atas jasanya yang melenyapkan noda dan penderitaan dari Dewi Uma, Sahadewa kemudian diberi gelar yang terkenal hingga kini—Sudamala, ia yang mampu membersihkan segala kekotoran dan penyakit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar