Di tengah wilayah Jawa Timur, terdapat sebuah cinta yang penuh luka dan penderitaan. Ni Jerum, seorang wanita cantik rupawan, menjadi rebutan di antara dua pria yaitu I Kundangdya dan Liman Tarub. Cinta Kundangdeya pada Ni Jerum sangat tulus dan tanpa pamrih. Sementara Ki Liman Tarub adalah saudagar kaya yang terpesona oleh kecantikan Ni Jerum.
I Kundangdya dan Ni Jerum sudah lama menjalin hubungan, tetapi Tuhan memiliki rencana yang berbeda. Ni Jerum dipaksa menikah dengan Ki Liman Tarub, karena keluarganya tergiur oleh kekayaan dan kekuasaan saudagar tersebut. Hati Ni Jerum hancur, tetapi dia tidak bisa menolak kehendak orang tua.
Ketika Ni Jerum dan Ki Liman Tarub menikah, I Kundangdya merasa seperti hatinya tercabik-cabik. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa wanita yang dicintainya menjadi milik orang lain. Pada suatu malam, dengan nekat dan penuh penderitaan, I Kundangdya menyusup ke rumah Ki Liman Tarub dan membunuh saudagar tersebut.
Namun, tindakan I Kundangdya tidak luput dari penglihatan Ki Panamun, adik Ki Liman Tarub. Untuk membalas dendam saudaranya, Ki Panamun membunuh I Kundangdya. Ni Jerum, yang menyaksikan peristiwa tersebut, tidak bisa menerima kenyataan bahwa kekasih dan suaminya meninggal secara tragis. Pada suatu saat yang penuh penderitaan, Ki Liman Tarub yang sekarat menusukkan kerisnya ke Ni Jerum, mengakhiri hidup wanita tersebut.
Namun, cinta yang tulus dan kuasa Tuhan tidak bisa dimatikan. Dengan mukjizat, Ni Jerum dan I Kundangdya diberi hidup kembali dan diizinkan bersama di suatu tempat yang tenteram dan penuh cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar