Di antara sungai-sungai suci di India, Sungai Gangga memiliki tempat yang istimewa dalam hati umat Hindu. Dewi Gangga, personifikasi dari sungai suci ini, dipuja sebagai dewi kesuburan, pemurnian, dan pengampunan dosa. Ia adalah simbol kekuatan alam yang membawa kehidupan dan membersihkan jiwa dari segala dosa.
Menurut mitologi Hindu, Dewi Gangga memiliki beberapa versi asal-usul. Salah satu versi menyebutkan bahwa ia berasal dari air suci di kamandalu Dewa Brahma, sementara versi lain menyebutnya sebagai putri Himawan, raja gunung, dan Mena, serta adik dari Dewi Parwati. Dalam pewayangan Jawa, Dewi Gangga digambarkan sebagai seorang bidadari yang dikutuk oleh Bhatara Brahma untuk hidup sebagai manusia di dunia.
Salah satu kisah paling terkenal tentang Dewi Gangga adalah upaya Bhagiratha, seorang raja yang melakukan Tapa Brata untuk membawa Dewi Gangga turun dari sorga ke bumi. Tujuannya adalah untuk menyucikan roh 60.000 leluhurnya yang hangus terbakar oleh Resi Kapila. Dewa Siwa membantu menahan derasnya aliran Gangga di rambutnya agar tidak menghancurkan bumi.
Dewi Gangga kemudian menikah dengan Prabu Sentanu, raja Astina, dengan syarat bahwa Prabu Sentanu tidak boleh menegur perbuatannya. Ia melahirkan tujuh anak yang kemudian dibuangnya ke Sungai Gangga untuk memenuhi permintaan para Wasu yang juga dikutuk. Ketika ia hendak membuang anak kedelapan, Prabu Sentanu akhirnya menegur perbuatan Dewi Gangga, sehingga Dewi Gangga meninggalkan Prabu Sentanu dan membawa anak kedelapan mereka, yang kemudian dikenal sebagai Bisma.
Kisah Dewi Gangga mengajarkan kita tentang kekuatan alam dan pentingnya pengampunan dosa. Umat Hindu percaya bahwa mandi di Sungai Gangga dapat menghapus dosa dan mempermudah seseorang mencapai keselamatan atau moksha. Banyak orang juga melakukan perjalanan jauh untuk melarung abu jenazah anggota keluarga mereka ke sungai ini, dengan keyakinan bahwa tindakan tersebut akan membantu roh menuju sorga.
*Referensi:*
- "Mitologi Hindu" oleh Wendy Doniger
- "Pewayangan Jawa" oleh Solichin Salam
- "The Mahabharata" oleh C. Rajagopalachari